Monday, February 25, 2019

Kerusakan keyboard bukan hanya semerta-merta dikarenakan terjadi cacat pada komponen keyboard anda, melainkan diakibatkan karena kelalaian pengguna memperhatikan hal-hal penting berikut ini !

1. Voltase
Yah... pada intinya setiap keyboard memiliki tegangan kerja yang harus tersedia secara baik dan stabil, dengan kata lain jumlah voltase yang harus anda sediakan harus tetap berada dalam pengukuran 220 volt, tidak boleh lebih maupun kurang
Pada penerapannya jumlah arus yang disuplai secara baik ( 220 volt ) akan membuat komponen-komponen pada keyboard dapat bekerja dengan baik dan benar, nah sebagai solusi !, anda dapat menggunakan Stavol ataupun baik menggunakan UPS.
Hal ini dapat membantu agar suplai arus listrik yang dibutuhkan keyboard dapat terpenuhi dan tanpa ada gangguan yang mengakibatkan kerusakan pada komponen keyboard, tidak dianjurkan untuk langsung menghubungkan konektor arus listrik pada keyboard (Adapter) langsung dengan stop kontak pada rumah anda.
Dikarenakan arus yang langsung tersuplai tidak dapat memberikan jaminan kestabilan arus listrik yang nantinya akan disuplai langsung ke keyboard anda.
2. Tingkat Panas pada komponen Keyboard
Pada setiap komponen yang terdapat pada keyboard memberikan tingkat panas yang berbeda-beda pada masing-masing komponen, yang perlu anda jaga dan ketahui adalah tingkat panas menyeluruh yang dihasilkan keyboard tersebut dan bagaimana cara mengantisipasi agar komponen tetap terjaga agar selalu normal atau dingin.
Tingkat panas yang berlebih tidak hanya memperpendek umur komponen pada keyboard, melainkan juga sebagai faktor pemicu timbulnya kerusakan pada komponen keyboard tersebut.
Jika dibutuhkan sistem pendinginan diluar sistem pendingin yang disediakan oleh keyboard maka ada baiknya dapat dilakukan hal tersebut untuk mengantisipasi hal ini.
Desain casing keyboard yang tergolong tertutup membuat hawa panas yang ditimbulkan komponen tidak dapat keluar, nah untuk menyikapi hal tersebut harus dilakukan beberapa modifikasi untuk dapat memasang pendingin (colling/kipas) sebagai antisipasi apabila panas komponen berlebihan.
3. Penggunaan sistem pada keyboard
Penting untuk memperhatikan hal ini dikarenakan pada point 3 ini banyak para pengguna keyboard yang lalai dan beranggapan sepele padahal hal ini juga dapat menyebabkan keyboard menjadi tidak dapat bekerja dengan baik,
Sebagai hal yang perlu anda ketahui adalah selalu mengembalikan fitur menu / tampilan awal pada keyboard apabila hendak mematikan/nonaktifkan keyboard tersebut, tidak dianjurkan menekan tombol off jika keyboard sedang beroperasi seperti sedang memutar style / song
Kerusakan komponen bisa terjadi kalau anda sering mengembalikan pada settingan awal pabrikan atau kata lain (Factory reset) apabila settingan pada keyboard sudah mulai anda anggap berbeda dari sebelumnya.

Sekilas Sejarah Keyboard Yamaha

1.Semua tipe keyboard dari 1992-2003 . . semuanya memakai disket
2. Flashdisk pertama di 2004
3. Style creator pertama muncul di tipe . PSR-6000
4. PSR-6000 merupakan KB Yamaha pertama dengan LCD besar yang merupakan cikal bakal Yamaha masa kini
5. Style dengan 4 variasi diperkenalkan tahun 1999
6. Fungsi fill in "Break" dan auto fill diperkenalkan tahun 1999
7. Yamaha mulai populer di panggung organ tunggal sejak 1997
8. User interface ala ATM pertama diperkenalkan di seri PSR-8000, dan inilah cikal bakal interface arranger Yamaha yang kita kenal sekarang
9. Port USB TO HOST untuk komputer pertama kali muncul di seri Tyros1
10. Tampilan style creator sejak PSR-9000 tidak berubah hingga sekarang, membuat orang menjadi familiar
11. Layar warna muncul pertama kali di Tyros1 dan PSR-3000
12. Fitur MegaVoice muncul pertama kali di Tyros1 dan PSR-3000
13. Hampir semua tipe sejak 1995 bisa mengedit voice.(dari solfegio).